Showing posts with label bisnis. Show all posts
Showing posts with label bisnis. Show all posts

Hangga jatuh bangun dalam membangun usaha

INSPIRASI HANGGA PRAMUDYANTO
Hangga jatuh bangun dalam membangun usaha (2)

Jalan menjadi seorang pengusaha memang terjal dan berliku. Pengalaman seperti itu juga dijalani pemilik Klikhomes Realty, Hangga Pramudyanto. Ia pernah ditinggal rekan usaha hingga merugi besar di pasar saham. Namun, pengalaman buruk itu tidak menyurutkan tekad Hangga untuk terus maju menjadi seorang pengusaha.

Kesuksesan Hangga Pramudiyanto mengembangkan usaha interior dan furnitur di bawah perusahaan PT Klikhomes Realty Indonesia tidak lepas dari kegigihan dan keuletan dalam menghadapi cobaan dan rintangan, termasuk harus rela kehilangan rekan kerja ketika memulai usaha.

Hangga mengungkapkan, saat-saat awal berusaha, dia memang mempunyai sekondan. Agar usaha yang mereka jalani tertata rapi dengan manajemen yang profesional, keduanya pun bersepakat mendirikan CV Handal Karya.

Sayang, harapan memang sering tak sesuai dengan kenyataan. Justru setelah usaha berbentuk badan hukum, kongsi mulai goyah. Penyebabnya macam-macam. Sebutlah sering kalah tender, hingga gambar konstruksi yang sering diklaim oleh pesaing. "Inilah yang membuat rekan saya itu kemudian mundur," kenang Hangga.

Meski bekerja sendiri, pantang bagi Hangga untuk berputus asa. Ia sadar betul, untuk membuka pintu sukses, kuncinya adalah kerja keras, termasuk kerja keras dalam menghadapi rintangan.

Pada 2006, optimisme Hangga kembali menyeruak. Ketika itu, ia dipercaya membangun sebuah pesantren di kawasan Depok senilai Rp 1,5 miliar. Hangga sudah membayangkan proyek ini bakal menjadi pintu sukses bagi usahanya.

Namun, lagi-lagi dia harus bersabar setelah proyek pesantren itu berhenti di tengah jalan lantaran terkena proyek jalan tol.

Lagi-lagi Hangga harus "puasa" pekerjaan selama kurang lebih enam bulan lamanya. Itulah yang pada akhirnya membuat Hangga gelap mata ketika seorang temannya membujuk dia untuk membenamkan duitnya di bursa saham indeks Hangseng.

Hangga pun semakin kalap dengan janji keuntungan Rp 5 juta hingga Rp 10 juta per hari. "Tentu semua orang tertarik dengan iming-iming itu," ujar Hangga.

Ternyata, untung tak dapat diraih, tapi justru buntung yang datang. Karena buta permainan saham, duit Hangga sebesar Rp 100 juta pun harus lenyap bak ditelan bumi.

Kerugian kali ini membuat Hangga benar-benar terpukul. "Saya sempat selama tiga hari tidak bergairah melakukan aktivitas lainnya selain termenung," kenangnya.

Namun, kesedihan tersebut tidak berkepanjangan. Ia kembali bangkit dan mulai aktif mengikuti berbagai seminar dan bergaul di komunitas wirausaha, seperti Entrepreneur University (EU) dan Tangan di Atas (TDA). "Pengalaman tersebut mengajarkan saya agar terus memperbanyak ilmu," ujarnya.

Di situlah Hangga belajar dengan banyak pihak tentang bagaimana membangun usaha. Ia menemukan kenyataan bahwa ribuan pengusaha pernah mengalami kerugian seperti dirinya.

Selain harus ulet dan pantang menyerah, ia juga dapat nasihat agar dalam mencoba suatu usaha jangan terlalu banyak memikirkan risiko, karena itu akan menjadi penghalang langkah pertama memulai usaha.

Setelah paham mengenai bagaimana mengelola usaha, semangat Hangga pun kembali bangkit. Ia yakin dalam 10 kali cobaan, pasti ada satu kesempatan yang akan membuahkan hasil.

Dengan sisa uang yang ada, ia lalu membuka usaha jual beli handphone pada 2007. Saat itu bisnis yang berkait dengan seluler memang sedang ciamik. Hanya, Hangga belum menghapus mimpi untuk mengembangkan usaha sesuai dengan pendidikannya.

Mimpi itu mulai mendekati kenyataan, ketika pengajuan pinjaman kredit tanpa agunan ke sebuah bank dikabulkan. "Ketika itu saya pinjam sebesar Rp 50 juta," ujar Hangga. Tujuan Hangga pinjam uang ke bank memang untuk mengembangkan usahanya.

Dengan modal itu Hangga pun segera mewujudkan mimpinya mendirikan bengkel kerja beserta kebutuhan lainnya. Hangga menyadari uang tersebut adalah pinjaman dan bunganya akan terus berjalan. "Harus segera dimanfaatkan dengan tepat," ujarnya.

Ia sangat bersyukur, pinjaman itu datang tepat waktunya, sehingga ia bisa benar-benar melupakan kerugian di masa lalu dan siap untuk mengintip peluang baru.

(Bersambung)

oleh Ragil Nugroho
Harian Kontan


Kisah Sukses Arsitek Pendiri PT Klikhomes Realty

Kisah Sukses Arsitek Pendiri PT Klikhomes Realty

Arsitek Pendiri PT Klikhomes Realty
Dengan nilai IPK yang pas-pasan, justru membuat Hangga Pramudyanto berani menjadi pengusaha. Bagi insinyur teknik arsitektur ini, dengan menjadi pengusaha bisa memberdayakan para pengangguran. Dan ternyata pengalaman membuka usaha kecil-kecilan saat mahasiswa membuat Hangga sukses menapaki masa depan.
MOTIVASI mei\jadi seorang pengusaha sukses bisa datang dari berbagai faktor, termasuk kombinasi antara tujuan mulia dan keterbatasan persyaratan. Nah, kombinasi inilah yang menjadi awal Hangga Pramudyanto, pemilik PT Klikhomes Realty Indonesia yang berlokasi memulai terjun ke dunia wirausaha.
Selain ingin berusaha" sendiri, Hangga juga ingin membuka lapangan kerja Maklum, di sekitar kehidupan pria berusia 32 tahun ini banyak penganggur.
Meski lulus dari Fakultas Teknik jurusan Arsitektur Universitas Pancasila pada 2004, namun pria kelahiran Jakarta, 21 Desember 1979 ini hanya meraih nilai indeks prestasi kumulatif atau IPK di bawah rata-rata standar untuk bekerja menjadi pegawai "Saat itu, standar minimal IPK, kan, 2,75. Nilai saya di bawah itu" ujarnya tanpa malu-malu.
Namun, rendahnya IPK itu tidak membuat Hangga putus asa. Toh, dia memang tak ingin menjadi pegawai. Sejak kuliah dia memimpikan menjadi pengusaha agar bisa membuka lapangan kerja. Bahkan, untuk menjadi pengusaha, Hangga sudah "belajar" sejak kuliah.
Kala itu, ia sudah buka usaha rental video game, sablon, dan pengetikan. I langga pun merasakan nikmatnya duit, meski nilainya kecil, dari hasil usahanya sendiri.Nah, setelah setahun luluskuliah, pada 2005, Hangga mulai 100% berbisnis dengan mendirikan CV Handal Karya, yang merupakan cikal bakal PT Klikhomes Realty Indonesia "Saat itu modal saya hanya nekad, dan biaya bikin CV sekitar Rp 5 juta," kenangnya Perusahaan tersebut bergerak di bidang jasa pembualan gambar bangunan arsitektur dan sekaligus menjadi kontraktor.
Hangga boleh dibilang memang nekad membuka usaha itu. Maklum, meski ia pernah sukses mengerjakan desain rumah milik seorang saudaranya ia belum memiliki pengetahuan yang memadai tentang dunia usaha dan manajemen perusahaan. Apalagi setelah ada proyek pertama tidak ada lagi proyek hingga enam bulan berikutnya.
Ramainya pesanan boothseiring denganmenjamurnyausaha waralaba. Namun kenekatan itu akhirnya berbuah manis. Tahun 2006, Handal Karya memenangkan tender pembuatan pesantren di kampus Universitas Indonesia (UI) senilai Rp 1,5 miliar dengan masa pengerjaan selama satu tahun. Tender ini berjalan dengan mulus.
Seiring dengan berjalannya waktu dan berkembangnya perusahaan, pada 2007 Handal Karya melebarkan usahanya ke bidang interiordan furnitur dengan fokus pada kitchen sel dan pembuatan booth atau gerobak usaha Pada tahun itu juga, untuk memenuhi tuntutan pasar, CV Handal karya meresmikan situs resmi dengan nama www.klikho-mes.com. Hangga meyakini, salah satu strategi marketing paling efektif adalah melalui dunia maya.
Pada 10 Februari 2010, CV Handal Karya berubah menjadi PT Klikhomes Realty Indonesia dan melebarkan kembali usahanya di bidang properti. Dengan usaha yang makin berkembang, Hangga pun bersikap semakin profesional. Baginya, pegangan yang paling panting adalah pantang mengecewakan klien. "Kekecewaan klien itu nomor satu haru dihindari. Setiap langkah yang diambil, kepuasan klien adalah satu-satunya acuan," tegasnya
Untuk itu Klikhomes didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten di bidang arsitektur dan desaininterior. Saat ini ia memiliki dua workshop atau bengkel kerja 15 pegawai tetap dan puluhan tenaga kerja lepas untuk pembangunan serta renovasi bangunan. Hangga pun puas karena bisa mewujudkan impian membuka lapangan kerja
Salah satu produk Hangga yang paling laku di pasaran adalah booth atau gerobak untuk keperluan usaha Ramainya pesanan booth ini seiring dengan kian menjamurnya usaha waralaba Untuk 2011 saja, ia mengalami peningkatan permintaan sebesar 10% dibanding tahun lalu. Kalau setahun yang lalu ia mematok harga Rp 1,7 juta per meter, saat iui harganya menjadi Rp 1,8 juta.
Sebagai gambaran, booth ukuran kecil harganya mulai Rp 3,3 juta per unit sedangkan booth besar seharga Rp 16,5 juta per luut. "Balian baku dan desain bisa mempengaruhi harga" kata Hangga.
Sumber : Harian Kontan
Ragil Nugroho


Liputan Majalah Elshinta Edisi April 2011

Dalam sebuah usaha terutama franchise, gerobak atau outlet adalah sesuatu yang penting. Bukan hanya gerobak yang biasa, tapi dibutuhkan gerobak dengan desain dan tampiln yang memikat agar bisa menarik hati pembeli. Klikhomes, sejak tahun 2007 telah mengkhususkan diri dalam penaganan gerobak usaha, member solusi bagi orang yang akan memulai usaha. Selaku president direktur PT Klikhomes Realty Indonesia, Hangga Pramudyanti, yakin kalau usahanya itu akan member solusi bagi para pengusaha.
Merebaknya bisnis franchise di tahun 2007 telah mengusik hati Hangga untuk terjun ke dunia gerobak, meski awalnya ia bergelut di bidang kitchen set. “Tahun 2007, franchise itu bisa dikatakan sedang booming. Saya melihat perkembangannya sangat bagus, saya tertarik untuk terjun ke dunia gerobak. Jika saya terjun ke dunia ini, pasti akan ada repeat order, pemesanan yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Untuk memasarkan produknya, Hangga bergabung dengan beberapa komunitas bisnis biasanya, dari sanalah pesanan mengalir. “Di awal-awal, saya baru bisa menjual 1 atau 2 gerobak saja. Berkat masuk pada sebuah komunitas, akhirnya perlahan penjualan pun meningkat. Bahkan, saya bisa menjaring pengusaha franchise kelas atas seperti Kebab Turki Babarafi, Semerbak Coffe dan lainnya,” ujarnya.
Dikatakan Hangga, pesanan dari sekelas Babarafi, dalam seminggu bisa sampai 5-10 gerobak. Selain itu, karena berjualan secara online, jangkauan pasarnya pun menjadi luas. Tak jarang, ia pun biasa mendapatkan pesanan dari luar Jawa. “Sengaja saya berjualan online, namanya pun Klik, karena pasar online belakangan ini mulai bagus.” Tutur sarjana teknik lulusan Universitas Pancasila ini.
Untuk memulai usaha gerobak ini, Hangga menghabiskan uang 50 juta rupiah yang dipergunakan untuk sewa bengkel workshop, sewa kantor dan beli peralatan. Uang tersebut pun didapatkannya dari hasil pinjaman di sebuah Bank. “Dulu, saya ini kontraktor. Di usia saya sudah memegang uang banyak hasil dan bisnis kontraktor. Saya mainkan uang itu di saham, ternyata malah amblas. Rp. 200 juta raib. Saya tidak punya uang lagi untuk memulai usaha baru, jadi saya pinjam.” Kisahnya.
Kini, dalam sebulan, rata-rata Hangga mampu menjual gerobak hingga 20 unit. Ia juga telah membuka 2 workshop di Lenteng Agung dan Pamulang dengan memperkejakan 20 tukang. Mengenai jenis desain gerobak yang telah dibuatnya, Hangga berujar, “Kalau jumlahnya sudah ada ratusan jenis. Kami pun sediakan jasa desainnya, jadi pelanggan bisa lebih gampang. Selain itu, kami juga bisa terima konsep desainnya pelanggan, kami tinggal buatkan,” ucap pria yang memperkejakan 15 karyawan di kantornya ini.

Banyaknya pemain di dunia usaha gerobak ditanggapinya secara hangat. Baginya, persaingan itu tidak ada, yang ada adalah maju bersama. “Ya, persaingan itu tidak ada. Yang ada, kalau saya dapat order banyak, mungkin yang lain tidak atau sebaliknya. Itu saja. Jadi tidak ada untuk rebutan pelanggan,” kilahnya.
Terkait harga gerobak yang dibuatnya, ia mematok dari mulai Rp 3 juta sampai Rp 20 jutaan. Tentu harga tersebut disesuaikan dengan ukuran dan kebutuhan si pemesan. Dengan visi mewujudkan impian pelanggannya menjadi nyata melalui desain dengan sentuhan seni yang tinggi, ia yakin memilih Klikhomes untuk urusan gerobak usaha adalah hal yang tepat. “Kami selalu mengedepankan komitmen, loyalitas, integritas dan kepuasan pelanggan,” pungkasnya. 

Related Post :


Salah Satu Kunci Sukses Bisnis Waralaba

Peluang bisnis waralaba atau yang biasa disebut franchise sedang mewabah dunia usaha baik di tanah air maupun luar negeri, terutama di kalangan muda yang mempunyai modal yang kuat. Sebagian pengusaha mempunyai pendapat bahwa mengembangkan bisnis ini relatif lebih mudah dibandingkan jika memulai bisnis dari nol. Karena tidak perlu memikirkan promosi untuk meningkatkan pendapatan dan angka penjualan dari sebuah produk yang akan ditawarkan. Peluang bisnis waralaba ini mempunyai tingkat keberhasilan untuk meraih kesuksesan yang cukup tinggi.


7 Kesalahan Mematikan dalam Menjual

Semua batang pohon akan keluar getahnya ketika ditebang namun setelah itu pohon akan banyak mengeluarkan banyak cabang banyak daun dan banyak buah. Cacian makian kritikan cemoohan dan sindiran adalah upaya orang lain untuk mengkerdilkan motivasi kita. Yakin kalau sudut pandang kita positif pasti positif hasilnya yang mana cemoohan dan sindiran tersebut akan kita gunakan sebagai motivasi kita untuk membuktikan bahwa kita bisa.
Kita gagal dalam memasarkan dan banyak penolakan itu hal yang wajar. ibarat kita naik kendaraan maka resiko terburuk adalah kecelakaan, sama dengan kita selaku marketing resiko terburuk adalah ditolak. Jadi ditolak ibarat makanan sehari hari.
Kalimat sulit tapi bisa dengan bisa tapi sulit mengandung unsur kata sama tetapi mengandung pegaruh yang berbeda.kalimat sulit tapi bisa berakhir pada sikap optimis sedangkan kalimat kedua cenderung mendorong sikap pesimis dan menyatakan kalah sebelum bertanding.

Sangat mudah untuk melakukan kesalahan ketika mempelajari cara untuk menjadi seorang penjual yang hebat.

1. Terlalu banyak Bicara.
Ketika bicara, Anda tidak mendengarkan. Ketika tidak mendengarkan, Anda  tidak mempelajari ambisi, keinginan, perasaan, gaya hidup, kebutuhan, kesukaan, pemikiran dan keinginan pelanggan Anda. Ketika melakukan penjualan, kemungkinan besar Anda tidak mencapai tujuan.

2. Lebih mementingkan produknya
Jangan menganngap produk Anda lebih penting daripada pembelinya. Ini hal yang menjebak. Luangkan lebih banyak waktu atas produk atau peluang yang Anda tawarkan pada pelanggan Anda. Inilah pekerjaan Anda sebagai penjual: menemukan apa yang pelanggan Anda cari dan kemudian memberikan apa yang mereka butuhkan.

3. Berfokus pada fitur, Bukan Kelebihan
Alasan seseorang membeli aspirin adalah karena mereka ingin segera sembuh dari sakit kepala. menyembuhkan sakit kepala adalah kelebihan dari aspirin. Fitur dan bahan kimia dari aspirin itu tidaklah penting. Keuntungan yang diinginkan adalah menyembuhkan rasa sakit kepala.

4. Menggunakan Pendekatan "satu untuk semua"
Memperlakukan semua pelanggan Anda dengan cara yang sama akan mengurangi kesempatan Anda meraih kesuksesan. Kita semua berbeda-beda dalam pola pikir, cara bicara, dan pengambilan tindakan.
Asahlah kemampuan mendengarkan Anda untuk membantu menentukan karakteristik setiap pelanggan sehingga Anda bisa menyesuaikan presentasi Anda.

5. Menawarkan Terlalu Banyak Pilihan
Saat ini kita dibanjiri dengan banyak pilihan. Ini membuat banyak dari kita menjadi bingung, frustasi, dan "kehilangan semangat". Bagaimana kita memilih satu dari semua pilihan yang ada? Buatlah produknya menjadi hidup dengan cara menggunakan kata-kata yang hidup dan memberikan gambaran, demontrasi dan janji-janji berkuasa yang akan membuat pelanggan Anda menginginkannya. Jangan membuat pelanggan Anda tenggelam dalam terlalu banyak pilihan.

6. Tidak menanggapi Keberatan

7. Lupa melakukan closing.

 Untuk melihat gerobak usaha yang lain silahkan klik disini


Bermesralah dengan Media Massa

Perlu jurus-jurus baru tertentu agar langkah-langkah yang dilakukan pengusaha untuk mencapai tujuan berjalan efisien, baik ditinjau dari sisi dana maupun tenaga yang dikeluarkan. Dari postingan sebelumnya mengenai Jurus Pendongkrak Bisnis, kita akan lanjutkan ke jurus berikutnya.

Jurus Ketujuh: Antrilah Paling Depan
Bagaimana pengalaman Anda antre tiket menonton pertandingan sepakbola dan konser musik? Pada saat anda di depan tanpa bergerak pun sudah sampai loket penjualan tiket karena didesak para pengantre di belakang. Itu artinya, peengusaha haruslah berani menjadi pionir. Meski tak mudah, tetapi para peretas bisnis selalu menikmati kepionoran. Istilah orang lari marathon sudah mencuri start duluan.

Lihat pengalaman Aditya J Turanta ketika memunculkan ide Laundry kiloan. Gampang diprediksi, bisnis yang propektif pastilah akan banyak pengekornya. Begitu juga ketika Benresik yang menyasar segmen mahasiswa di Yogyakarta mengalami kesuksesan, bisnis laundry berkonsep kiloan langsung menjamur. Karena kepioniran inilah, Benresik bisa berekspansi ke kota metropolitan mengusung nama Easy Clean sambil menggandeng nama-nama terkenal yang terkait dengan bisnisnya.
Memang, kata Perry, menjadi pionir tidak gampang. Selain harus melakukan edukasi pasar, biaya promosi yang dikeluarkan cukup besar karena kita menciptakan pasar. Berbeda ketika kita berposisi sebagai pebisnis yang memasuki pasar yang sudah ada (penguntit) maka biaya yang dikeluarkan untuk berpromosi tidak terlalu besar. Namun beruntung bagi sang pionir, apalagi jika konsepnya sulit ditiru, maka ia sebagai pengusaha tunggal dalam bisnis tersebut.

Jurus Kedelapan: Tampilah Beda
Betapa sulitnya  kita untuk mencari perbedaan dari dua gambar yang mirip. Seringkali dari 10 perbedaan yang ada kita hanya menemukan enam sampai delapan titik. Itulah nasib produk anda jika tidak berbeda dengan milik kompetitor, bisa jadi seorang pelanggan sebenarnya hanya “salah” membeli produk anda karena sebenarnya ia ingin membeli produk pesaing. Masih beruntung kalau produk anda inferior sehingga bisa mengambil keutungan dari kemiripan produk dengan kompetitor pesaing anda.
Tampil beda bukan berarti hanya dalam bentuk produk, tetapi juga pemikiran dan juga strategi. Lihat langkah Ayung dari LJM yang ikut menanamkan investasi dalam setiap pendirian cabang dengan mitranya. Nilai investasi yang melebihi lisensi fee, di mata pembeli lisensi dinilai sebagai suatu indikator bahwa Ayung serius memberi dukungan bagi kemajuan cabang yang didirikan bersama-sama itu. Tak aneh hanya berselang satu bulan lisensi diluncurkan sudah ada tiga mitra yang bergabung. Bahkan, di luar Pulau Jawa ada pengusaha yang tertarik untuk mendirikan delapan cabang.

Jurus Kesembilan: Banyaklah Beramal
Hukum alam, energi yang diterima sama dengan energi yang dilepaskan. Kebaikan tidak akan menuai selain kebaikan, demikian juga keburukan.
Starbuck Coffe nilai sahamnya naik 500 persen. Apa rahasianya? Starbuck menanamkan kebaikan kepada karyawannya, kepada para mitranya, kepada pemasok kopinya, kepada para konsumen dan kepada lingkungannya. Ujung-ujungnya Starbuck mendapat dukungan dari pihak-pihak yang telah mendapatkan kebaikan dari perusahaan tersebut.
Bos Apotek Jaringan K-24, Gideon Hartono, pernah mengungkapkan, “ketika kehadiran kita membawa kebaikan kepada masyrakat maka secara timbal balik masyarakat akan mendukung bisnis kita. Itu sebabnya walau kami buka 24 jam tidak menempatkan satpam khusus di setiap gerai, karena masyarakat akan ikut serta menjaga keberadaan kita”.

Jurus Kesepuluh: Bermesralah dengan Media Massa
Selebritis, baik itu aktor maupun aktris, politikus, pimpinan eksekutif, legislatif maupun yudiatif bisa hancur reputasinya ketika sisi negatifnya disorot oleh media. Sebaliknya karir mereka akan melambung jika media selalu mengangkat perilaku positif mereka. Perusahaan juga demikian, semakin sering citra positifnya muncul di media massa, biasanya akan berbanding lurus dengan keberhasilan perusahaan tersebut. Bahkan dalam kadar tertentu kelemahan yang diungkap oleh media massa bisa menghasilkan nilai positif, setidaknya untuk brand awarness


Berdamai Dengan Kompetitor

Kehidupan dunia bisnis pun juga tidak berbeda jauh dengan bidang kehidupan lainnya (karena pada kenyataannya bisnis memang merupakan bagian dari kehidupan yang lebih luas). Kemajuan jaman juga selalu dibarengi dengan ada tuntutan. Paradigma berbisnis cara lama pun sudah tidak mampu lagi mewadahi apalagi mengatasi tuntutan. Perlu jurus-jurus baru tertentu agar langkah-langkah yang dilakukan pengusaha untuk mencapai tujuan berjalan efisien, baik ditinjau dari sisi dana maupun tenaga yang dikeluarkan. Dari postingan sebelumnya mengenai Jurus Pendongkrak Bisnis, kita akan lanjutkan ke jurus berikutnya.

Jurus Ketiga : Berdamai dengan Para Kompetitor
Dalam tingkatan tertentu kompetitor memang bisa menggerus pendapatan. Itu sisi negatifnya kehadiran kompetitor. Namun pada sisi lain kompetitor merupakan pemicu bagi pengusaha untuk berlaku efesien, inovatif dan kreatif. Sebab, pengusaha yang puas dalam posisinya terkini akan tergilas oleh kemajuan kompetitor. Juga, untuk produk-produk yang memerlukan edukasi kepada konsumen., berapa dana yang diperlukan oleh seorang pengusaha untuk mengedukasi konsumen. Dengan banyaknya kompetitor, yang tentu saja juga akan mempromosikan produknya masing-masing, membuat edukasi akan jauh lebih cepat berhasil.
Dalam kasus melejitnya popularitas bisnis bunga anthurium, bagaimana orang bisa menghargai selembar daun dengan uang jutaan rupiah jika konsumen tidak teredukasi. Dan betapa capek dan menguras dana jika seorang pengusaha tanaman hias anthurium melakukan edukasi sendirian.
Jurus ini juga secara jitu diterapkan oleh Herman Kosasih, bos toko onderdil jaringan Laris Jaya Motor (LJM). Satu syarat lagi calon pembeli lisensi adalah memiliki lokasi yang dalam radius tiga kilometer terdapat minimal 50 bengkel sepeda motor. Hemat Ayung, demikian ia akrab disapa, keberadaan para kompetitor ini bisa disenergikan, terutama sekali karena LJM maupun pembeli lisensinya memiliki layanan bubut reparasi. Tidak semua bengkel mau dan mampu berinvestasi membeli mesin bubut yang harganya lumayan tinggi. Dengan demikian, para kompetitor merupakan pintu masuk bagi pelanggan layanan bubut reparasi LJM.
Berkumpulnya para kompetitor di suatu wilayah tertentu, misalnya untuk onderdil motor di Jalan Raya Bogor atau kebun jeruk, tentu menjadi target tersendiri bagi pelanggan. Benak konsumen akan bekerja bahwa di mana tingkat persaingan tinggi maka harga yang akan ditawarkan pastilah kompetitif. Di mana sejumlah kompetitor berdagang di tempat yang sama, mereka pastilah akan berlomba-lomba untuk memperlengkap dagangannya. Jadi tidak ada istilah konsumen pulang dengan tangan hampa, apa pun yang dicari pastilah ada.

Jurus Keempat : Jadilah Landak, Jangan Jadi Rubah
Manusia (pengusaha) memang multi talenta. Howard Gardner, psikolog Havard menyebut manusia memilki delapan kecerdasan. Pengusaha (perusahaan) juga mempunyai probablitas sukses untuk banyak jenis bisnis. Namun tak bisa dipungkiri, secara alamiah orang hanya akan mencapai kemampuan optimal untuk satu atau dua kecerdasan saja. Kecil kemungkinannya, ia mampu mengembangkan delapan kecerdasan dengan sama baiknya. Karena secara alamiah pengusaha ataupun perusahaan kemampuannya seperti ini, maka akan lebih baik ia menjadi landak daripada menjadi rubah. Artinya, tahu banyak tentang satu hal lebih baik daripada tahu sedikit tentang banyak hal.

Singkatnya, pengusaha (apalagi yang tidak mempunyai cukup dana untuk menggaji orang-orang hebat dan melakukan ekspansi) harus fokus ke dalam satu  jenis bisnis dan menjadi yang terbaik di bisnis dan menjadi yang terbaik di bisnis tersebut. Kita sering melihat perusahaan yang uangnya tidak berseri dan sukses dalam suatu bisnis mengalami kegagalan ketika memasuki bisnis yang lain. Eksapansi suatu perusahaan biasanya masih terkait dengan bisnis intinya, di antaranya membuat variasi produk, bukan nyelonong ke jenis bisnis lain.
Gonzo Asian, kini lebih fokus menjadi pembuat kostum anime, walau di awalnya menggeluti bisnis tas dan boneka. Untuk bisa menjadi yang terbaik di bidangnya, Gonzo selalu menimba pengetahuan seluk-beluk kostum anime. Itu sebabnya, secara khusus Gonzo mendatangkan desainer fashion yagn pernah tinggal di Negeri Matahari Terbit. Gonzo ingin menjadi landak di dunia kostum cosplay.
Contoh lainnya, adalah Baba Rafi Indonesia, yang sukses memasyarakatkan Kebab Turki Baba Rafi. Setelah sukses menyajikan makanan kebab, kini Baba Rafi melakukan ekspansi dengan mengakuisisi Roti Maryam Aba-Abi. Baik kebab maupun roti maryam adalah makanan yang terkait budaya Timur Tengah. Prinsip ekspansi yang dilakukan Baba Rafi masih menganut teori landak. Artinya, masih fokus ke produk makanan yang berasal dari budaya Timur Tengah, hanya varian produknya saja yang diperkaya.

jurus Kelima: Titik Terlemah Tumpuan Terkuat
Ketika berada di titik terendah, kemana pun kita bergerak pasti ke titik yang lebih tinggi. Kuncinya: kita mau bergerak tidak hanya berdiam di titik terendah. Sebaliknya, ketika kita berada di titik tertinggi ke mana pun bergerak akan menuju titik yang rendah. Ini pernah dirasakan oleh hampir semua pebisnis. Namun hampir-hampir tidak pernah diungkapkan bahwa titik terlemah adalah tumpuan terkuat. Banyak pengusaha kita yang sukses justru dari kondisi kepepet (titik nadir).

Misalnya kalah bersaing untuk bekerja di sektor formal akhirnya kepepet mendirikan usaha sendiri. Titik terlemah merupakan tumpuan terkuat juga bisa digunakan untu mengambarkan pengusaha yang jatuh bangkrut namun tetap gigih berusaha hingga akhirnya menggapai sukses. Pandu Logistics  yang didirikan oleh Dr Mohammad Bahkty kasry dan beberapa rekannya, sebagai misal.

Pandu Logistics sempat imbung pada tahun-tahun awal usahanya. Bahkan rekan-rekan Bhakty akhirnya mengundurkan diri. Tetapi Bhakty akhirnya mengundurkan diri. Tetapi Bhakty tidak menyerah dan terus menggenjot kierja Pandu Logistics, hingga akhirnya perusahaan berkembang dan beranak pinak menjadi beberapa perusahaan dalam payung Pandu Siwi Group. Beberapa perusahaan ini menjadi salah satu perusahaan yang terdepan dalam bidangnya.
Dalam dunia komedian, kita juga banyak menemukan titik terlemah menjadi tumpuan terkuat. Beberapa kelemahan Tukul seperti bahasa Inggris yang amburadul justru menjadi selling point. Ingat Yati yang hidungnya pesek? Ia menjadikan kelemahan itu sebagai sebuah kekuatan dan namanya pun cukup mewakili fenomena itu. Yati Pesek.
Contoh yang menglobal adalah Buckminster Fuller penemu Kubah Goodesic. Dari royalti penemuannya, Buckminster hidupnya berkelimpahan. Padahal konon kabarnya ia menyumbangkan hasil royaltinya. Tetapi setiap kali uangnya disumbangkan, pundi-pundinya terisi lagi. Penemuan kubah geodesicnya berawal ketika ia merencanakan bunuh diri lantaran kehidupannya yang bangkrut. Saat ingin terjun ke Danau Michigan, ia mendapat sebuah bisikan. Pesan dari bisikan itu adalah perintah agar Buckminster mengabdikan dirinya  untuk kehidupan sesama.

Sekalipun tidak pernah lulus dari Havard namun Buckminster sebenarnya adalah sosok yang cerdas. Setelah mendapat bisikan tersebut ia mulai merancang untuk menemukan formula pembangunan rumah yang murah. Maka tercetuslah ide membangun rumah berbentuk kubah. Dalam perkemabangannya penemuannya tidak hanya cocok untuk rumah tapi juga bagi pembangunan gedung-gedung komersil bahkan hanggar pesawat. Penemuan yang luar biasa itu justru ia temukan kehidupannya dalam titik terlemah.

Jurus Keenam: Memancinglah di Laut
Laut memiliki kekayaan hayati luar biasa. Jenis ikan yang ada di lautan pun sudah sulit untuk menyebutkannya, apalagi jumlahnya. Memancing di laut risikonya memang lebih besar, tetapi kita pasti akan bisa mendapatkan ikan, kecuali kita benar-benar sial. Memancing ikan di kolam, risikonya jelas lebih kecil. Namun jenis ikan dan jumlah yang kita tangkap sudah dalam dugaan kita. Sedangkan memancing ikan di laut hasilnya sangat-sangat mungkin tidak terduga. Itu artinya, pengusaha harus menetapkan target yang tinggi. Meskipun meleset kalau memanah matahari mungkin masih bisa mendapatkan burung, demikian juga ketika menembak titik tengah sasaran tembak kalau meleset masih bisa mengenai papannya.
“Kalau saya lebih suka memancing di laut, daripada memancing di kolam. Bisa jadi kita tidak mendapat apa-apa, tetapi mungkin juga kita mendapat apa-apa, tetapi mungkni juga kita mendapat ikan paus”, kata Perry Tristianto Tedja, dalam satu kesempatan mengambil amsal tentang penetapan target dalam berbisnis ini.

To be Continued


Jurus Pendongkrak Bisnis yang Belum Terungkap

Setiap orang dengan metode trial and error, cepat atau lambat pastilah bisa mengoperasikan sebuah peralatan, semisal mengoperasikan alat elektronik baru. Namun dengan adanya buku manual atau petunjuk pengoperasionalan pastilah jauh lebih membantu ketimbang orang tersebut coba-coba. Dengan upaya yang sama, seseorang yang bekerja dengan tuntunan akan jauh lebih berhasil daripada yang bekerja asal-asalan. Teknik-teknik untuk mencapai tujuan secara efisien inilah barangkali yang disebut sebagai sebuah jurus (orang lain bisa jadi berbeda definisi).
Kehidupan dunia bisnis pun juga tidak berbeda jauh dengan bidang kehidupan lainnya (karena pada kenyataannya bisnis memang merupakan bagian dari kehidupan yang lebih luas). Kemajuan jaman juga selalu dibarengi dengan ada tuntutan. Paradigma berbisnis cara lama pun sudah tidak mampu lagi mewadahi apalagi mengatasi tuntutan. Perlu jurus-jurus baru tertentu agar langkah-langkah yang dilakukan pengusaha untuk mencapai tujuan berjalan efisien, baik ditinjau dari sisi dana maupun tenaga yang dikeluarkan.
Begitu pentingnya jurus, seperti buku petunjuk manual pengoperasian, jurus-jurus yang teruji menjadi amunisi bagi melambungnya kinerja beberapa pengusaha atau perusahaan.

Jurus Pertama :
Optimalkan Otak Kanan
Jangan anda berlaku salah dengan mengatakan bahwa otak kiri tidak penting. Tetapi anda juga harus segera menyadari kehidupan ekonomi global tengah dikendalikan oleh orang-orang bertipe otak kanan. Kehidupan ekonomi dunia memang besar kepada orang-orang yang kemampuan otak kirinya hebat, yakni para “pekerja pengetahuan”.
Namun kata Daniel H Pink pengarang A Whole New Mind, di dunia barat dan global pekerjaan orang-orang berotak kiri saat ini dengan mudah tergantikan. Pekerjaan akunting di sebuah perusahaan, yang dulunya ditangani oleh beberapa orang pegawai, kini cukup dikerjakan oleh satu orang dengan bantuan software, tanpa banyak campur tangan ahli-ahli komputer berotak kiri.
Dalam kehidupan kita di sini (Indonesia) gejala pergeseran itu dengan mudah dapat ditunjuk. Kehidupan para seniman, yang dalam karya-karyanya lebih banyak berekplorasi dengan otak kanan, jauh lebih baik dari masa-masa sebelumnya. Bandingkan kehidupan para seniman ketoprak zaman dulu yang harus hidup berdesak-desakan di tobong dengan kehidupan para seniman ketoprak humor yang memilki rumah lapang lengkap dengan segala fasilitasnya. Bandingkan juga dengan kehidupan para komedian, dan seniman-seniman lainnya. Orang-orang berotak kanan jauh lebih gampang meraup pendapatan, ketimbang orang-orang berotak kiri.
Dalam bisnis keterlibatan otak kanan jauh memberikan kontribusi ketimbang otak kiri. Kreatifitas, inovasi, terobosan-terobosan bisnis melibatkan kemampuan otak kanan daripada otak kiri. Mengapa Airplane memilih street fashion dalam mendesain produk sehingga laku di pasaran dalam dan luar negeri? Mengapa Nasi Uduk Gondangdia perlu membungkus nasi uduknya dengan daun pisang dan kenapa harus berbentuk kerucut sehingga pelanggannya rela berjubel antre untuk dilayani? Tanyakanlah kepada otak kanan para pencetusnya.

Jurus Kedua:
Galilah Potensi Yang Selama Ini Diremehkan
Namanya potensi dengan sendirinya mengandung arti bahwa sesuatu itu telah ada, dan tidak perlu diciptakan. Cuma, sesuatu itu masih masih dibiarkan “merana” dan belum digali apalagi dipoles. Pengalaman Nasi Uduk Gondangdia bisa dijadikan contoh. Halaman ruko wartel dan money changer-nya dibiarkan “merana” bertahun-tahun dan hanya dimanfaatkan sebagai lahan parkir. Itu pun yang memanfaatkan orang lain. Untunglah Jasmine, Jusriel Kamil, Wita dan Lisa, cepat menyadari nilai potensi lahan kosong strategis yang terletak dipinggir jalan raya ini. Setelah disulap menjadi gerai outdoor nasi uduk, lahan yang tadinya merana ini bisa menjadi pundi-pundi uang keempat keluarga tersebut. Betapa tidak, dalam sebulannya Nasi Uduk Gondangdia membukukan omset Rp 270 juta. Dalam perkembangannya, bisnis nasi uduk justru jauh lebih prospektif sehingga bisnis wartel harus mengalah.
Airplane juga jeli melihat potensi. Keberadaan sejumlah pelajar Indonesia di luar negeri bisa didapuk menjadi marketer handal untuk melakukan penetrasi pasar mancanegara. Coba berapa dana yang harus dirogoh jika Airplane harus menerjunkan tim marketingnya-nya sendiri. Para pelajar pun bisa menyelam sambil minum air, belajar sambil mencari uang tambahan. Mereka pun bisa menyasar para kolega kampusnya sebgai konsumen.

Akan berlanjut di jurus berikutnya


Studi Kelayakan Sebuah Usaha

Sebelum proyek dilakukan setiap orang perlu melakukan Studi Kelayakan dalam setiap usahanya. Studi kelayakan (Feasibility Study) merupakan suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu usaha yang akan dijalankan, dalam rangka menentukan layak atau tidak usaha tersebut dijalankan.

Kelayakan dapat diartikan :
·         Usaha yang dijalankan memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan.
·         Usaha yang dijalankan akan memberikan keuntungan finansial dan non finansial.
·         Memberikan keuntungan tidak hanya bagi perusahaan yang menjalankannya, tetapi juga bagi investor, kreditor, pemerintah dan masyarakat luas.

Tujuan perlu dilakukannya studi kelayakan sebelum suatu usaha atau proyek dijalankan, antara lain :
·         Menghindari resiko kerugian, meminimalkan resiko yang tidak kita inginkan, baik resiko yang dapat kita kendalikan maupun yang tidak dapat dikendalikan
·         Memudahkan perencanaan, meliputi berapa jumlah dana yang diperlukan, kapan usaha atau proyek akan dijalankan, dimana lokasi proyek akan dibangun, siapa-siapa yang akan melaksanakannya, bagaimana cara menjalankannya, berapa besar keuntungan yang diperoleh serta bagaimana mengawasinya jika terjadi penyimpangan
·         Memudahkan pelaksanaan pekerjaan, perencanaan yang disusun diajukan acuan dalam mengerjakan setiap tahap yang sudah direncanakan
·         Memudahkan pengawasan, sesuai dengan rencana yang disusun akan memudahkan pemberi modal (investor) untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya usaha
·         Memudahkan pengendalian, mengendalikan pelaksanaan pekerjaan dan mengembalikan bila ada yang melenceng, sehingga akhirnya tujuan perusahaan dapat tercapai

Aspek-aspek yang dianalisa dalam studi kelayakan :
  1. Aspek legalitas, menganalisa kelengkapan dari ijin-ijin dan dokumen-dokumen yang dimiliki badan usaha
  2. Aspek pasar dan pemasaran, menganalisa seberapa besar pasar yang akan dimasuki dan seberapa besar kemampuan perusahaan untuk menguasai pasar serta bagaimana strategi yang dijalankan
  3. Aspek teknis atau produksi, menganalisa lokasi dan layout gedung dan ruangan, serta teknologi yang dipakai.
  4.  Aspek manajemen organisasi, menganalisa kesiapan dan kemampuan sumber daya manusia yang akan menjalankan usaha tersebut dan mencari bentuk organisasi yang sesuai dengan usaha yang akan dijalankan
  5.  Aspek sosial, ekonomi dan lingkungan, menganalisa berapa besar pengaruh atau dampak yang ditimbulkan jika proyek tersebut dijalankan bagi masyarakat sekitar dan lingkungannya
  6.  Aspek keuangan, menganalisa kemampuan usaha tersebut dalam memperoleh pendapat serta besarnya biaya yang diperlukan. Dapat terlihat juga waktu dan tingkat pengambalian dari investasi yang ditanam
Untuk melihat konsep usaha yang menarik klik disini


    Strategi Pesaingan Usaha Kecil

    Dunia semakin modern, bisnis pun semakin beragam, banyak bidang yang bisa di jadikan ide bisnis untuk memulai usaha, tentunya sangat beragam, mulai dari usaha kecil-kecilan sampai usaha dengan skala besar. Untuk masalah omzet, kita tidak bisa mengukurnya dari jenis atau bidang usaha, karena bukan tidak mungkin usaha yang kecil mempunyai omzet lebih besar jika usaha tersebut mempunyai banyak cabang.


    Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More