Perlu jurus-jurus baru tertentu agar langkah-langkah yang dilakukan pengusaha untuk mencapai tujuan berjalan efisien, baik ditinjau dari sisi dana maupun tenaga yang dikeluarkan. Dari postingan sebelumnya mengenai Jurus Pendongkrak Bisnis, kita akan lanjutkan ke jurus berikutnya.
Jurus Ketujuh: Antrilah Paling Depan
Bagaimana pengalaman Anda antre tiket menonton pertandingan sepakbola dan konser musik? Pada saat anda di depan tanpa bergerak pun sudah sampai loket penjualan tiket karena didesak para pengantre di belakang. Itu artinya, peengusaha haruslah berani menjadi pionir. Meski tak mudah, tetapi para peretas bisnis selalu menikmati kepionoran. Istilah orang lari marathon sudah mencuri start duluan.
Lihat pengalaman Aditya J Turanta ketika memunculkan ide Laundry kiloan. Gampang diprediksi, bisnis yang propektif pastilah akan banyak pengekornya. Begitu juga ketika Benresik yang menyasar segmen mahasiswa di Yogyakarta mengalami kesuksesan, bisnis laundry berkonsep kiloan langsung menjamur. Karena kepioniran inilah, Benresik bisa berekspansi ke kota metropolitan mengusung nama Easy Clean sambil menggandeng nama-nama terkenal yang terkait dengan bisnisnya.
Memang, kata Perry, menjadi pionir tidak gampang. Selain harus melakukan edukasi pasar, biaya promosi yang dikeluarkan cukup besar karena kita menciptakan pasar. Berbeda ketika kita berposisi sebagai pebisnis yang memasuki pasar yang sudah ada (penguntit) maka biaya yang dikeluarkan untuk berpromosi tidak terlalu besar. Namun beruntung bagi sang pionir, apalagi jika konsepnya sulit ditiru, maka ia sebagai pengusaha tunggal dalam bisnis tersebut.
Jurus Kedelapan: Tampilah Beda
Betapa sulitnya kita untuk mencari perbedaan dari dua gambar yang mirip. Seringkali dari 10 perbedaan yang ada kita hanya menemukan enam sampai delapan titik. Itulah nasib produk anda jika tidak berbeda dengan milik kompetitor, bisa jadi seorang pelanggan sebenarnya hanya “salah” membeli produk anda karena sebenarnya ia ingin membeli produk pesaing. Masih beruntung kalau produk anda inferior sehingga bisa mengambil keutungan dari kemiripan produk dengan kompetitor pesaing anda.
Tampil beda bukan berarti hanya dalam bentuk produk, tetapi juga pemikiran dan juga strategi. Lihat langkah Ayung dari LJM yang ikut menanamkan investasi dalam setiap pendirian cabang dengan mitranya. Nilai investasi yang melebihi lisensi fee, di mata pembeli lisensi dinilai sebagai suatu indikator bahwa Ayung serius memberi dukungan bagi kemajuan cabang yang didirikan bersama-sama itu. Tak aneh hanya berselang satu bulan lisensi diluncurkan sudah ada tiga mitra yang bergabung. Bahkan, di luar Pulau Jawa ada pengusaha yang tertarik untuk mendirikan delapan cabang.
Jurus Kesembilan: Banyaklah Beramal
Hukum alam, energi yang diterima sama dengan energi yang dilepaskan. Kebaikan tidak akan menuai selain kebaikan, demikian juga keburukan.
Starbuck Coffe nilai sahamnya naik 500 persen. Apa rahasianya? Starbuck menanamkan kebaikan kepada karyawannya, kepada para mitranya, kepada pemasok kopinya, kepada para konsumen dan kepada lingkungannya. Ujung-ujungnya Starbuck mendapat dukungan dari pihak-pihak yang telah mendapatkan kebaikan dari perusahaan tersebut.
Bos Apotek Jaringan K-24, Gideon Hartono, pernah mengungkapkan, “ketika kehadiran kita membawa kebaikan kepada masyrakat maka secara timbal balik masyarakat akan mendukung bisnis kita. Itu sebabnya walau kami buka 24 jam tidak menempatkan satpam khusus di setiap gerai, karena masyarakat akan ikut serta menjaga keberadaan kita”.
Jurus Kesepuluh: Bermesralah dengan Media Massa
Selebritis, baik itu aktor maupun aktris, politikus, pimpinan eksekutif, legislatif maupun yudiatif bisa hancur reputasinya ketika sisi negatifnya disorot oleh media. Sebaliknya karir mereka akan melambung jika media selalu mengangkat perilaku positif mereka. Perusahaan juga demikian, semakin sering citra positifnya muncul di media massa, biasanya akan berbanding lurus dengan keberhasilan perusahaan tersebut. Bahkan dalam kadar tertentu kelemahan yang diungkap oleh media massa bisa menghasilkan nilai positif, setidaknya untuk brand awarness
12:03 PM
Klikhomes
Posted in
0 comments:
Post a Comment