Jurus Pendongkrak Bisnis yang Belum Terungkap

Setiap orang dengan metode trial and error, cepat atau lambat pastilah bisa mengoperasikan sebuah peralatan, semisal mengoperasikan alat elektronik baru. Namun dengan adanya buku manual atau petunjuk pengoperasionalan pastilah jauh lebih membantu ketimbang orang tersebut coba-coba. Dengan upaya yang sama, seseorang yang bekerja dengan tuntunan akan jauh lebih berhasil daripada yang bekerja asal-asalan. Teknik-teknik untuk mencapai tujuan secara efisien inilah barangkali yang disebut sebagai sebuah jurus (orang lain bisa jadi berbeda definisi).
Kehidupan dunia bisnis pun juga tidak berbeda jauh dengan bidang kehidupan lainnya (karena pada kenyataannya bisnis memang merupakan bagian dari kehidupan yang lebih luas). Kemajuan jaman juga selalu dibarengi dengan ada tuntutan. Paradigma berbisnis cara lama pun sudah tidak mampu lagi mewadahi apalagi mengatasi tuntutan. Perlu jurus-jurus baru tertentu agar langkah-langkah yang dilakukan pengusaha untuk mencapai tujuan berjalan efisien, baik ditinjau dari sisi dana maupun tenaga yang dikeluarkan.
Begitu pentingnya jurus, seperti buku petunjuk manual pengoperasian, jurus-jurus yang teruji menjadi amunisi bagi melambungnya kinerja beberapa pengusaha atau perusahaan.

Jurus Pertama :
Optimalkan Otak Kanan
Jangan anda berlaku salah dengan mengatakan bahwa otak kiri tidak penting. Tetapi anda juga harus segera menyadari kehidupan ekonomi global tengah dikendalikan oleh orang-orang bertipe otak kanan. Kehidupan ekonomi dunia memang besar kepada orang-orang yang kemampuan otak kirinya hebat, yakni para “pekerja pengetahuan”.
Namun kata Daniel H Pink pengarang A Whole New Mind, di dunia barat dan global pekerjaan orang-orang berotak kiri saat ini dengan mudah tergantikan. Pekerjaan akunting di sebuah perusahaan, yang dulunya ditangani oleh beberapa orang pegawai, kini cukup dikerjakan oleh satu orang dengan bantuan software, tanpa banyak campur tangan ahli-ahli komputer berotak kiri.
Dalam kehidupan kita di sini (Indonesia) gejala pergeseran itu dengan mudah dapat ditunjuk. Kehidupan para seniman, yang dalam karya-karyanya lebih banyak berekplorasi dengan otak kanan, jauh lebih baik dari masa-masa sebelumnya. Bandingkan kehidupan para seniman ketoprak zaman dulu yang harus hidup berdesak-desakan di tobong dengan kehidupan para seniman ketoprak humor yang memilki rumah lapang lengkap dengan segala fasilitasnya. Bandingkan juga dengan kehidupan para komedian, dan seniman-seniman lainnya. Orang-orang berotak kanan jauh lebih gampang meraup pendapatan, ketimbang orang-orang berotak kiri.
Dalam bisnis keterlibatan otak kanan jauh memberikan kontribusi ketimbang otak kiri. Kreatifitas, inovasi, terobosan-terobosan bisnis melibatkan kemampuan otak kanan daripada otak kiri. Mengapa Airplane memilih street fashion dalam mendesain produk sehingga laku di pasaran dalam dan luar negeri? Mengapa Nasi Uduk Gondangdia perlu membungkus nasi uduknya dengan daun pisang dan kenapa harus berbentuk kerucut sehingga pelanggannya rela berjubel antre untuk dilayani? Tanyakanlah kepada otak kanan para pencetusnya.

Jurus Kedua:
Galilah Potensi Yang Selama Ini Diremehkan
Namanya potensi dengan sendirinya mengandung arti bahwa sesuatu itu telah ada, dan tidak perlu diciptakan. Cuma, sesuatu itu masih masih dibiarkan “merana” dan belum digali apalagi dipoles. Pengalaman Nasi Uduk Gondangdia bisa dijadikan contoh. Halaman ruko wartel dan money changer-nya dibiarkan “merana” bertahun-tahun dan hanya dimanfaatkan sebagai lahan parkir. Itu pun yang memanfaatkan orang lain. Untunglah Jasmine, Jusriel Kamil, Wita dan Lisa, cepat menyadari nilai potensi lahan kosong strategis yang terletak dipinggir jalan raya ini. Setelah disulap menjadi gerai outdoor nasi uduk, lahan yang tadinya merana ini bisa menjadi pundi-pundi uang keempat keluarga tersebut. Betapa tidak, dalam sebulannya Nasi Uduk Gondangdia membukukan omset Rp 270 juta. Dalam perkembangannya, bisnis nasi uduk justru jauh lebih prospektif sehingga bisnis wartel harus mengalah.
Airplane juga jeli melihat potensi. Keberadaan sejumlah pelajar Indonesia di luar negeri bisa didapuk menjadi marketer handal untuk melakukan penetrasi pasar mancanegara. Coba berapa dana yang harus dirogoh jika Airplane harus menerjunkan tim marketingnya-nya sendiri. Para pelajar pun bisa menyelam sambil minum air, belajar sambil mencari uang tambahan. Mereka pun bisa menyasar para kolega kampusnya sebgai konsumen.

Akan berlanjut di jurus berikutnya


Studi Kelayakan Sebuah Usaha

Sebelum proyek dilakukan setiap orang perlu melakukan Studi Kelayakan dalam setiap usahanya. Studi kelayakan (Feasibility Study) merupakan suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu usaha yang akan dijalankan, dalam rangka menentukan layak atau tidak usaha tersebut dijalankan.

Kelayakan dapat diartikan :
·         Usaha yang dijalankan memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan.
·         Usaha yang dijalankan akan memberikan keuntungan finansial dan non finansial.
·         Memberikan keuntungan tidak hanya bagi perusahaan yang menjalankannya, tetapi juga bagi investor, kreditor, pemerintah dan masyarakat luas.

Tujuan perlu dilakukannya studi kelayakan sebelum suatu usaha atau proyek dijalankan, antara lain :
·         Menghindari resiko kerugian, meminimalkan resiko yang tidak kita inginkan, baik resiko yang dapat kita kendalikan maupun yang tidak dapat dikendalikan
·         Memudahkan perencanaan, meliputi berapa jumlah dana yang diperlukan, kapan usaha atau proyek akan dijalankan, dimana lokasi proyek akan dibangun, siapa-siapa yang akan melaksanakannya, bagaimana cara menjalankannya, berapa besar keuntungan yang diperoleh serta bagaimana mengawasinya jika terjadi penyimpangan
·         Memudahkan pelaksanaan pekerjaan, perencanaan yang disusun diajukan acuan dalam mengerjakan setiap tahap yang sudah direncanakan
·         Memudahkan pengawasan, sesuai dengan rencana yang disusun akan memudahkan pemberi modal (investor) untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya usaha
·         Memudahkan pengendalian, mengendalikan pelaksanaan pekerjaan dan mengembalikan bila ada yang melenceng, sehingga akhirnya tujuan perusahaan dapat tercapai

Aspek-aspek yang dianalisa dalam studi kelayakan :
  1. Aspek legalitas, menganalisa kelengkapan dari ijin-ijin dan dokumen-dokumen yang dimiliki badan usaha
  2. Aspek pasar dan pemasaran, menganalisa seberapa besar pasar yang akan dimasuki dan seberapa besar kemampuan perusahaan untuk menguasai pasar serta bagaimana strategi yang dijalankan
  3. Aspek teknis atau produksi, menganalisa lokasi dan layout gedung dan ruangan, serta teknologi yang dipakai.
  4.  Aspek manajemen organisasi, menganalisa kesiapan dan kemampuan sumber daya manusia yang akan menjalankan usaha tersebut dan mencari bentuk organisasi yang sesuai dengan usaha yang akan dijalankan
  5.  Aspek sosial, ekonomi dan lingkungan, menganalisa berapa besar pengaruh atau dampak yang ditimbulkan jika proyek tersebut dijalankan bagi masyarakat sekitar dan lingkungannya
  6.  Aspek keuangan, menganalisa kemampuan usaha tersebut dalam memperoleh pendapat serta besarnya biaya yang diperlukan. Dapat terlihat juga waktu dan tingkat pengambalian dari investasi yang ditanam
Untuk melihat konsep usaha yang menarik klik disini


    Tips Pintar Dekorasi Booth/Stan Terlihat Menarik di Pameran

    Untuk membuat desain atau dekorasi booth/stand pameran, ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain sebagai berikut :
    1. Gunakan lampu, hampir semua gedung pameran memiliki penerangan gedung yang bagus. Anda boleh-boleh saja hanya menggunakan penerangan untuk dekorasi pameran anda pada existing lampu gedung tanpa perlu menambah lampu di dalam area booth anda demi alasan dana. Tetapi jika anda memiliki dana, dan ingin menggunakannya secara bijaksana, bisa dengan cara menggantung lampu spotlight tambahan di langit-langit gedung pameran. Sedikit berhemat tanpa perlu memikirkan konstruksi penggantung lampu.
    2. Lakukan pendekatan ‘novel’, kembangkan sebuah tema untuk dekorasi pameran dan desain interior booth anda. Keluarlah dari pendekatan traditional dan berpikir secara luas, biarkan saja pendekatan lama peserta pameran lain karena memang mereka bisa berharap ‘real estate’ padahal mereka menjadi stand out.
    3. Usahakan untuk mendisplay produk dan nama perusahaan di sudut yang terlihat oleh pengunjung.
    4. Simpel and rapih, gunakan satu atau dua produk saja untuk di display di exhibition design dan interior exhibition.
    5. Size’ everything to fit the booth ( interior design ). Buat apa mendisplay mobil apabila anda hanya ingin menjual velg-rodanya saja (misalnya). Gunakan dekorasi pameran anda dengan bantuan multimedia monitor seperti tv atau plasma, poster atau graphic yang menarik. Juga jangan gunakan meja counter besar bekas pameran yang lalu demi alasan hemat biaya. Anda tentu tak ingin staff anda terlihat seperti orang kerdil di balik meja besar itu, kan?
    6. Gunakan visual yang berpengaruh kuat untuk arsitektur desain pameran anda dengan memakai graphic poster besar. Akan tetapi tetaplah ingat, jangan gunakan images/gambar-gambar besar di poster itu. Sisipkan copytext/kata-kata yang sesuai proporsi ukurannya pada poster tersebut. Jangan terlalu berlebih juga jangan terlalu kecil ukurannya karena akan menjadi sulit terbaca dan terlewatkan.
    7. Tempatkan graphics dibatas mata pengunjung. Garis bawah graphic idealnya dibatas 90 cm dari batas mata pengunjung. Jika terlalu rendah nantinya mungkin bisa terhalang oleh display produk pameran desain dan pameran interior anda.
    8. Gunakan paduan warna yang menarik sehingga terkesan eye catching pada desain interior anda di arena pameran yang ramai. Anda tentu bisa membedakan warna menarik dengan warna norak. Warna-warna netral ( pada desain pameran ) akan membuat booth kecil anda ‘melarut’ dalam keramaian.
    Sumber, Sumber Lain


    Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More